Selasa, 29 Oktober 2013

Cegah Dan Atasi Diare Pada Anak


Diare pada bayi baru biasanya disebabkan karena virus yang disebut rotavirus. Selain itu, diare juga bisa disebabkan oleh bakteri, alergi susu sapi, atau keracunan makanan bila bayi sudah makan makanan padat pertamanya.

Gejala-gejala yang mengikuti diare pada bayi:
Fesesnya cair.
Frekuensi BAB meningkat dari yang biasa 2 – 5 kali sehari menjadi tiga kali lipatnya atau lebih.
Kadang disertai muntah dan demam.
Bayi jarang buang air kecil yang menandakan bayi dehidrasi.
Cara mengatasi diare pada bayi:

Tetap beri bayi ASI agar tidak dehidrasi. Pastikan cairan yang masuk ke tubuh bayi adekuat. ASI diberikan perlahan tapi terus menerus tanpa henti selama sekitar 10 – 30 menit.
Pemberian oralit untuk bayi harus atas petunjuk dokter.
Bila bayi sudah makan, beri dia makanan yang mudah dicerna seperti pisang dan kentang.

Pepatah mengatakan 'lebih baik mencegah daripada mengobati'. Dan itu benar. Lakukan pencegahan sebelum bayi Anda terkena diare, dengan:
Jaga kebersihan tangan Anda dengan mencuci tangan dengan sabun sebelum memegang bayi. Ini dimaksudkan untuk mencegah bayi tertular diare.
Jaga kebersihan alat makan bayi.
Biasanya, diare pada bayi berlangsung kurang dari seminggu. Ibu perlu waspada jika diare disertai darah, segera bawa ke dokter.
Semoga menambah pengetahuan bunda semua untuk mengatasi diare pada si baby :)

Senin, 21 Oktober 2013

Obat Diare Pada Ibu Hamil


Obat diare Ibu hamil penting diketahui oleh seorang Ibu hamil maupun orang yang merawat Ibu hamil. Diare termasuk salah satu penyakit yang menjadi keluhan Ibu hamil. Seperti yang sering kita dengar, Ibu hamil harus hati-hati dalam memilih ataupun mengkonsumsi obat. Hal tersebut dapat menimbulkan pengaruh negatif pada janin dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya di perut Ibu.
Janin memiliki tingkat sensitive yang tinggi ketika berada di perut Ibu. Ia membutuhkan nutrisi yang sehat dan gizi seimbang untuk tumbuh dan berkembang dari minggu ke minggu. Ketika sang Ibu salah dalam mengkonsumsi makanan, minuman bahkan obat, maka janin akan mengalami gangguan karena sensitifnya tersebut.
Jenis Diare yang Sering dialami Ibu Hamil

Kehamilan terbagi dalam tiga semester, mulai dari trimester pertama, trimester kedua dan trimester ketiga. Masing-masing trimester memiliki karakteristik sendiri. Perjalanan tumbuh dan berkembangnya janin dalam perut Ibu juga makin terasa. Ketika Ibu hamil mengalami beragam keluhan, mulai dari perubahan emosi, mual hingga diare, semuanya membutuhkan perawatan bahkan pengobatan secara khusus.
Diare meliputi dua macam yaitu diare biasa atau non spesifik serta diare karena adanya infeksi bakteri. Diare yang dialami Ibu hamil biasanya diare biasa atau non spesifik. Diare tersebut biasanya terjadi pada Ibu hamil karena pola makan yang berbeda dari sebelum hamil. Apalagi jika Ibu hamil tersebut mengalami masa ngidam. Tentunya hal tersebut harus diwaspadai sejak dini. Oleh karena itu, biasanya obat diare Ibu hamil memiliki pengkhususan cara memakainya ataupun hal lain.
Macam-macam Obat Diare

Obat diare banyak jenisnya, tapi untuk Ibu hamil harus dipilih dengan tepat obat diare untuk Ibu hamil. Obat diare yang dapat dikonsumsi menyembuhkan ataupun mencegah diare, antara lain:

    Obat diare tidak aman, biasanya obat ini menimbulkan efek samping bagi janin ataupun Ibu hamil. Obatnya berupa anti-diare yang keras. Obat tersebut dapat mengakibatkan pernapasan janin terganggu, misalnya kaolin.
    Obat diare yang aman bagi Ibu hamil, Obat ini tidak menimbulkan efek samping bagi Ibu hamil maupun janinnya. Obat diare Ibu hamil yang aman ini berupa bubuk garam oralit.

Jika diare masih belum sembuh dengan upaya pengobatan yang dilakukan, maka konsultasi dengan dokter ahlinya akan lebih baik.
Semoga bermanfaat ya bund, jangan sampai salah memilih obat demi kesehatan bunda dan debaynya. :)

Rabu, 09 Oktober 2013

Makanan Terbaik Untuk Diare


Saat mengalami diare, tinja yang dikeluarkan umumnya akan berair atau mencret.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan diare, misalnya virus lambung, sindrom iritasi usus, atau obat tertentu.

Apapun penyebabnya, makanan tertentu bisa membuat diare menjadi lebih buruk atau membantu membuatnya lebih baik.

Oleh karena itu penting untuk mengetahui makanan yang harus dikonsumsi agar dapat mempercepat proses penyembuhan diare.

Berikut adalah beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi saat Anda mengalami diare:

1. Diet BRAT

Makanan terbaik sebagai anti diare adalah pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang (Banana, Rice, Applesauce, and Toast – BRAT).

Keempat makanan ini mudah dicerna, sehingga tidak menyebabkan iritasi lebih lanjut pada sistem pencernaan.

Beberapa diantara makanan tersebut juga dianggap sebagai ‘pengikat’, yang berarti dapat menyebabkan sembelit.

Tapi saat mengalami diare, makanan tersebut dapat membantu membuat tinja menjadi lebih keras.

Makanan ini dapat dimakan oleh siapapun yang berusia di atas 12 bulan, sedangkan anak kecil yang berusia di bawah 12 bulan direkomendasikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak.

2. Yogurt

Bila Anda mengalami diare berarti tubuh sedang mencoba melepaskan diri dari bakteri jahat.

Yogurt membantu mengatasi diare karena mengandung bakteri baik yang membantu menjaga sistem pencernaan menjadi lancar.

Yogurt juga mudah dicerna dan tidak akan menyebabkan masalah yang terkait dengan produk yang terbuat dari susu.

Anda harus menghindari susu saat diare karena bisa membuat diare menjadi lebih buruk.

3. Perbanyak Asupan Cairan yang Mengandung Elektrolit

Saat diare atau tinja menjadi cair, tubuh cenderung cepat mengalami dehidrasi dan kehilangan elektrolit.

Cara terbaik mengatasi diare adalah dengan meningkatkan asupan cairan dan kaldu yang bisa merehidrasi dan menggantikan elektrolit tubuh yang hilang.

Hindari jus prune atau tipe jus yang dapat meningkatkan gerakan usus. Selain itu, hindari kafein karena menyebabkan iritasi pada sistem pencernaan.

4. Pilih Makanan Rendah Serat dan Tinggi Natrium

Meskipun nampak bertentangan dengan aturan tradisional yang membatasi asupan garam dan mendapatkan asupan serat sebanyak mungkin, namun makanan terbaik untuk dikonsumsi saat diare adalah makanan yang mampu menahan cairan tubuh seperti yang dilakukan oleh garam.

5. Hilangkan Konsumsi Makanan Tinggi Lemak atau Gula

Hindari mengonsumsi makanan tinggi lemak atau gula selama diare karena dapat membuat kondisi menjadi lebih buruk.[

Selasa, 01 Oktober 2013

Mencegah Diare Secara Alami


Diare atau mencret adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar berkali-kali dalam satu hari yang melebihi batas normal. Semua orang bisa terkena diare, dari bayi hingga orang tua. Jika terlalu lama, diare bisa menyebabkan dehidrasi, tubuh jadi lemas bahkan juga bisa berakibat pada kematian.

Salah satu cara alami untuk mengobati diare atau mencret adalah dengan menggunakan jambu biji. Buahnya kaya akan vitamin C. Daun dan buah mudanya bisa digunakan untuk mengobati diare. Sedangkan akarnya cukup ampuh dalam mengatasi disentri awal (stadium dua).

Menurut penelitian, rebusan daun jambu biji dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia colli dan Staphylococcus aureus, yang digunakan sebagai dasar penggunaan daun jambu biji sebagai obat diare akibat infeksi (Yuniarti, 1991).

Cara mengobati diare atau mencret menggunakan jambu biji yaitu rebuslah daun jambu biji kering sebanyak 15-30 gram ke dalam 150-300 ml air. Patokannya adalah setiap satu gram daun kering direbus dalam 10 ml air.

Lama perebusan sekitar 15 menit, dihitung sejak air mendidih. Hasil rebusan kemudian disaring, dan airnya diminum sebagai obat diare.

Kemudian bisa juga menggunakan daun jambu biji yang masih segar. Caranya 12 lembar daun segar, lantas dicuci bersih dan ditumbuk halus. Tambahkan setengah cangkir air masak dan garam secukupnya.

Ramuan ini kemudian diperas dan disaring. Airnya hasil perasan ini langsung diminum. Agar rasanya lebih sedap, boleh juga ditambahkan madu.

Biasanya dalam waktu selambatnya tiga hari, diare sudah mereda. Jika setelah 3 hari ternyata diare atau mencret tidak kunjung berhenti ada baiknya bila anda segera pergi ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut